Sudah tidak
perlu berdebat lagi tentang susu mana yang terbaik untuk balita. Asalkan
kandungan nutrisinya seimbang dan si kecil bisa mencerna dengan baik, itulah susu balita terbaik.
Tumbuh kembang balita bukanlah hal yang
bisa secara sembarang dan tidak mendetail. Pasalnya, kesehatan balita tidak
hanya bergantung pada bagaimana anda memberikan asupan yang kaya nutrisi saja
tetapi jauh lebih daripada itu adalah bagaimana anda merawat dan memberikan
kenyamanan pada si kecil.
Tumbuh kembang balita bisa sangat optimal jika ibu memberikan stimulus yang tepat.
Perkembangan sang buah hati tidak hanya dipengaruhi oleh nutrisi dari makanan
atau susu yang ibu berikan, tapi juga dari aktivitas yang dilakukan setiap
hari.
Tumbuh kembang balita memang bukan sesuatu
yang secara tiba – tiba langsung menunjukkan hasil yang positif. Ya, seperti
segala sesuatu yang baik, harus berhadapan dengan banyak proses. Hal tersebut
berlaku tak terkecuali pada tumbuh kembang balita. Untuk itu, dalam rangka
membuat tumbuh kembang balita anda berjalan dengan baik, anda harus memberikan
hal – hal yang sifatnya positif dan mampu menstimulasi perkembangannya.
Tumbuh kembang balita ditentukan oleh dua faktor, yaitu faktor internal serta faktor
eksternal. Faktor internal meliputi nutrisi atau gizi yang dibutuhkan oleh
balita untuh tumbuh sementara faktor eksternal meliputi stimulus yang ibu
berikan agar balita berkembang dengan baik.
Tumbuh kembang balita menjadi hal yang sangat penting sekali bagi
orang tua. Bagi ibu juga, bukan? Hal tersebut bisa dilihat ketika begitu
khawatirkan ibu melihat sang buah hati mengalami perlambatan dalam hal
perkembangan. Ketika ia belum bisa berjalan sementara teman sebayanya sudah
bisa berjalan, ibu sangat takut jangan-jangan ada yang salah yang ibu berikan
kepada si kecil. Hal tersebut menunjukkan betapa ibu concern terhadap perkembangan sang buah hati.
Tumbuh kembang balita terkadang membuat ibu cemas, khawatir, dan
selalu bertanya-tanya apakah tumbuh kembang si buah hati normal atau ada yang
salah dengan tumbuh kembangnya. Perasaan tersebut sangat wajar dirasakan oleh
ibu-ibu karena rasa sayangnya kepada si kecil sehingga mereka tidak ingin suatu
yang buruk terjadi, apalagi mempengaruhi perkembangan si kecil.